Kisah Seorang Pendo'a
Ketika ku mohon pada Allah kekuatan,
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.
Ketika ku mohon pada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah untuk ku pecahkan.
Ketika ku mohon pada Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal untuk berpikir.
Ketika ku mohon pada Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi bahaya untuk ku atasi.
Ketika ku mohon pada Allah sebuah cinta,
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk ku tolong.
Ketika ku mohon pada Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan.
Aku tak pernah menerima yang ku pinta. Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan.
Do'aku terjawab sudah
0 comments
Pernahkah datang seseorang yang membuatmu percaya dalam sekejap bahkan tanpa pertemuan yang banyak? Pernahkan ada yang tiba-tiba membuatmu yakin menaruh harapan kepadanya?
0
comments
Posted by
Unknown
at
3:34 PM
YAKIN JADIKAN PANTAS !!
Jika keyakinan dan kepercayaan ini benar adanya, maka tak lagi ada ragu dalam hati kita. Namun, menentukan sebuah keyakinan adalah hal tersulit dalam hidup kita. Seberapapun kita percaya dan selalu berpikir semua baik-baik saja, kita tetap merasa ragu. Bahkan ketika kita menghadap kiblat pun, kita masih menyangsikan keikhlasan dan kesaksian kita akan-Nya yang Maha Tunggal.
Menentukan keyakinan tak ubahnya bagai menentukan pilihan dalam bifurkasi hati kita. Ketika semua orang memiliki pendapatnya untuk kita, yang mereka pikir itu adalah yang terbaik bagi kita, walau malah pendapat mereka-lah yang semakin mengacaukan keyakinan kita yang selama ini kita akar-kan dalam hati kita.
Pilihan, ada untuk dipertimbangkan dan menjadi cadangan atas penentuan jika penentuan itu gagal. Sedangkan Keyakinan, ada sebagai tangan kita ketika kita menunjuk sesuatu dalam penentuan dari pilihan itu sendiri.
Sebelum memilih, pastikan, seberapa pantas kita dalam memilih jalan kita tersebut. Dan keyakinan akan datang ketika kita merasa pantas. Maka, persiapkan diri kita agar kita benar-benar pantas untuk menerima keyakinan memilih, dan menerima pilihan kita.
Jika kita telah pantas dan yakin, maka Jangan biarkan orang lain menganggap pilhan kita adalah salah!! Sebab memang terkadang membuat orang lain percaya dan yakin akan kita, lebih sulit daripada meyakinkan diri sendiri.
Satu hal yang harus kita pelajari dan pahami bersama bahwa “suara hati tak kan membelok kan arah kita!! Dan keyakinan ada ketika kita mampu dan mau mendengar hati kita”
Akhirnya….
SELAMAT TINGGAL BIFURKASI!!!
Sebab kami telah tentukan pilihan kami!!!
*katakan itu pada diri kita!!*
Bifurkasi: (kurang-lebih) cabang2 dari pemikiran kita sendiri
[Ara Adzra] 0 comments Posted by Unknown at 2:45 PM
Menentukan keyakinan tak ubahnya bagai menentukan pilihan dalam bifurkasi hati kita. Ketika semua orang memiliki pendapatnya untuk kita, yang mereka pikir itu adalah yang terbaik bagi kita, walau malah pendapat mereka-lah yang semakin mengacaukan keyakinan kita yang selama ini kita akar-kan dalam hati kita.
Pilihan, ada untuk dipertimbangkan dan menjadi cadangan atas penentuan jika penentuan itu gagal. Sedangkan Keyakinan, ada sebagai tangan kita ketika kita menunjuk sesuatu dalam penentuan dari pilihan itu sendiri.
Sebelum memilih, pastikan, seberapa pantas kita dalam memilih jalan kita tersebut. Dan keyakinan akan datang ketika kita merasa pantas. Maka, persiapkan diri kita agar kita benar-benar pantas untuk menerima keyakinan memilih, dan menerima pilihan kita.
Jika kita telah pantas dan yakin, maka Jangan biarkan orang lain menganggap pilhan kita adalah salah!! Sebab memang terkadang membuat orang lain percaya dan yakin akan kita, lebih sulit daripada meyakinkan diri sendiri.
Satu hal yang harus kita pelajari dan pahami bersama bahwa “suara hati tak kan membelok kan arah kita!! Dan keyakinan ada ketika kita mampu dan mau mendengar hati kita”
Akhirnya….
SELAMAT TINGGAL BIFURKASI!!!
Sebab kami telah tentukan pilihan kami!!!
*katakan itu pada diri kita!!*
Bifurkasi: (kurang-lebih) cabang2 dari pemikiran kita sendiri
[Ara Adzra] 0 comments Posted by Unknown at 2:45 PM
Goresan Tinta Hitam
Kadang
Allah hadirkan beberapa orang dalam kehidupan kita guna memberikan
pelajaran besar. Kadang keberadaan mereka yang cuma sebentar itu
menorehkan luka cukup dalam. Mungkin terlalu dalam. Bahkan tak jarang
meninggalkan trauma berkepanjangan. Pilihan hidup manusia cuma ada dua.
Menjadi masa lalu atau masa depan seseorang. Takdirlah yang bekerja pada
fase ini. Acapkali kepergian orang tersebut membekaskan jejak hitam dan
memar pada hati yang tak lagi sehat. Sehingga kita harus benar-benar
menghapuskan segala memori tentangnya. Tentang keberadaan dia dalam
hari-hari kita. Tak mudah memang. Seringkali, air mata yang mengering
pada buku diary, menjadi saksi bisu pelajaran hidup. Acapkali, Tinta
hitam yang tertulis diatas kertas putih tentang betapa sakitnya hati,
menjadi sejarah kelam masa silam. Kita mencoba melupakan semua. Agar
masa depan dapat sedikit lebih terang. Agar secercah harapan muncul pada
hari-hari baru. Dan otak sempit ini berpikir bahwa WAKTU adalah
penyembuh terbaik dari segala kesakitan yang ada. Pikiran dangkal ini
mengira bahwa WAKTU adalah obat dari kepahitan yang terasa. Salah!
Setelah aku mengenal Tuhanku. Setelah aku berusaha menjadi hamba yang
tawakal kepadaNya. Baru aku tahu, Baru aku sadar, bahwa DIA adalah obat
dari segala. Rabbku adalah jawaban dari semua. Penyembuh terbaik dari
luka hati bukanlah berapa panjangnya waktu belajar ilmu IKHLAS, Bukan
pula berapa lama menjadi murid kehidupan dunia, Namun, Banyak-banyak
mengingat ALLAH sebagai Pencipta dari bumi yang maha luas. Sembuhkan
dirimu, sembuhkan segala kesakitan jiwamu, dengan mendekatkan raga serta
menundukkan akal dan pikiran, pada kuasa Allah..
Orang jenius yang terbuang dari negeri sendiri
1.March Boedihardjo
March
Boedihardjo, mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist
Hong Kong (HKBU). March akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika
sekaligus master filosofi matematika. Karena keistimewaannya itu, perguruan
tinggi tersebut menyusun kurikulum khusus untuknya dengan jangka waktu
penyelesaian lima tahun(dari 2007). Ketika ditanya tentang cara beradaptasi dengan
lingkungan dan orang-orang baru, March mengaku tidak pernah cemas berhadapan
dengan teman sekelas yang lebih tua darinya. ”Ketika saya di Oxford, semua
rekan sekelas saya berusia di atas 18 tahun dan kami kerap mendiskusikan
tugas-tugas matematika,’’ kisahnya. March memang menempuh pendidikan menengah
di Inggris. Hebatnya, dia masuk dalam kelas akselerasi, sehingga hanya perlu
waktu dua tahun menjalani pendidikan setingkat SMA itu. Hasilnya, dia mendapat
dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk statistik. Dia juga berhasil
menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya bisa diikuti sepuluh
persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. Dia lulus dengan
predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat peserta AEA yang bisa
mendapat status tersebut.
2. Prof Nelson Tansu, Pakar Teknologi Nano
2. Prof Nelson Tansu, Pakar Teknologi Nano
Pria
kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar teknologi
nano. Fokusnya adalah bidang eksperimen mengenai semikonduktor berstruktur
nano. Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains & rekayasa masa
depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan
sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak-anak muda brilian
semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan
listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di
tangannya cuma perlu 1,5 watt.Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah
banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun,
Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia
memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai
timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara
sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten
profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin
menjadi warga negara Amerika.Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka.
“Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan
membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?” “Tidak. Hati Saya tetap melekat
dengan Indonesia,” katanya kpd Tempo. Nelson bercerita, sampai kini ia getol
merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia
masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia & menjadikan universitas di
Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia.
3.Muhammad Arief Budiman
3.Muhammad Arief Budiman
Saint Louis,
Missouri, Amerika Serikat. Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic,
salah 1 perusahaan riset bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki
Jawa berwajah “dagadu”—sebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya—kerap
terlihat sedang salat. anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi
motor riset utama di Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group.
Menurut BusinessWeek, ia merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan
genetika itu.Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa
sifat pada makhluk hidup. Peran ilmu ini bakal makin sentral di masa depan:
dalam peperangan melawan penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab
kebutuhan pangan dunia. Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya
juga moncer di antara sejawatnya di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu
tersebut: menjai anggota American Society for Plant Biologists dan—ini lebih
bergengsi baginya karena ia ahli genetika tanaman—American Association for
Cancer Research.Asosiasi peneliti kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa.
Dokter bertitel PhD pun belum tentu bisa “membeli” kartu anggota asosiasi ini.
Agar seseorang bisa menjadi anggota asosiasi ini, ia harus aktif meneliti
penyakit kanker pada manusia.
4.Prof Dr. Khoirul Anwar
4.Prof Dr. Khoirul Anwar
Dia kini
menjadi ilmuwan top di Jepang. Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet,
Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu memegang dua paten penting
di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya. Para ilmuwan dunia berkhidmat
ketika pada paten pertamanya Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal
efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler. Prof. Dr. Khoirul Anwar
adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal
Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang
kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.Dunia
memujinya. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar
Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007. Pada paten kedua, lagi-lagi
Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih
tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI). “Itu mustahil
dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak,
frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang
bicara kencang secara bersamaan.Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir
bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk
hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah
Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang. Dia pun ingin meniru
melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah
mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari
pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu. Khoirul berharap, dengan
percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras.
5. Dr Warsito P. Taruno
Dr Warsito P. Taruno, pendiri dan
pemilik Edwar Technology. Belasan tahun belajar di luar negeri. Tanpa bantuan
pemerintah, penelitian mereka berhasil di Tanah Air. Robot itu bernama Sona CT
x001. robot yang dibekali dua lengan itu sedang memindai tabung gas sepanjang 2
meter. Di bagian atas robot, layar laptop menampilkan grafik hasil pemindaian.
Selasa dua pekan lalu itu, Sona—buatan Ctech Labs (Center for Tomography
Research Laboratory) Edwar Technology—sedang diuji coba. Alat ini sudah dipesan
PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta.Perusahaan
migas Petronas, kata Warsito, tertarik kepada alat buatannya. Kini mereka masih
dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik pemerintah Malaysia
tersebut. Selain Sona, Edwar Technology mendapat pesanan dari Departemen Energi
Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, US$ 1 juta atau sekitar Rp 10
miliar. Bahkan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun memakai teknologi
pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan Warsito. ECVT
adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam
dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Teknologi ECVT bermula
dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik
Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991. Ketika itu pria
kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat”
tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak
tembus cahaya).
6.Prof Dr. Ing BJ Habibie Pemegang
46 Paten di bidang Aeronautika
Prof.
Dr.-Ing. Dr. Sc. H.C. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie lahir tanggal 25 Juni
1936 di Parepare, Sulawesi Selatan Indonesia. Anak ke empat dari delapan
bersaudara dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardoyo.
Dia hanya satu tahun kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) karena pada
tahun 1955 dia dikirim oleh ibunya belajar di Rheinisch Westfalische Technische
Honuchscule, Aschen Jerman.
Setelah
menyelesaikan kuliahnya dengan tekun selama lima tahun, B.J. Habibie memperoleh
gelar Insinyur Diploma dengan predikat Cum Laude di Fakultas Teknik Mekanik
Bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Udara. Pemuda Habibie adalah seorang
muslim yang sangat alim yang selalu berpuasa Senin dan Kamis. Kejeniusannya membawanya
memperoleh Gelar Doktor Insinyiur di Fakultas Teknik Mekanik Bidang Desain dan
Konstruksi Pesawat Udara dengan predikat Cum Laude tahun 1965.
B.J. Habibie
memulai kariernya di Jerman sebagai Kepala Riset dan Pembangunan Analisa
Struktur Hamburger Flugzeugbau Gmbh, Hamburg Jerman (1965-1969). Kepala Metode
dan Teknologi Divisi Pesawat Terbang Komersial dan Militer MBB Gmbh, Hamburg
dan Munchen (1969-1973). Wakil Presiden dan Direktur Teknologi MBB Gmbh Hambur
dan Munchen (1973-1978), penasehat teknologi senior untuk Direktur MBB bidang
luar negeri (1978). Pada tahun 1977 dia menyampaikan orasi jabatan guru
besarnya tentang konstruksi pesawat terbang di ITB Bandung.
Tergugah
untuk melayani pembangunan bangsa, tahun 1974 B.J. Habibie kembali ke tanah
air, ketika Presiden Soeharto memintanya untuk kembali. Dia memulai kariernya
di tanah air sebagai Penasehat Pemerintah Indonesia pada bidang teknologi
tinggi dan teknologi pesawat terbang yang langsung direspon oleh Presiden
Republik Indonesia (1974-1978). Pada tahun 1978 dia diangkat sebagai Menteri
Negara Riset dan Teknologi merangkap sebagai kepala BPPT. Dia memegang jabatan
ini selama lima kali berturut-turut dalam kabinet pembangunan hingga tahun
1998.
Sebelum
masyarakat Indonesia menggelar pemilihan umum tahun 1997, Habibie menyampaikan
kepada keluarga dan kerabatnya secara terbatas bahwa dia merencanakan berhenti
dari jabatan selaku menteri setelah Kabinet Pembangunan Enam berakhir. Namun,
manusia merencanakan Tuhan yang menentukan. Tanggal 11 Maret 1998, MPR memilih
dan mengangkat B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ketujuh.
7.Sehat Sutardja
pria
kelahiran Jakarta , 49 tahun silam. Nama ini mungkin terdengar asing dan tidak
familiar di Tanah Air. Tapi di Amerika Serikat, Sehat adalah cerita sukses
perjuangan seorang imigran yang tetap mengagungkan ilmu untuk meraih sukses.
Sadar menjadi cerdas di Indonesia tak bakalan dihargai oleh negara , ia hijrah
ke AS saat usianya masih 19 tahun.
Ia pun
memilih tinggal dan menjadi warga AS. Siapa sangka, Sehat kini termasuk salah
satu orang terkaya di negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS). Bersama kakaknya,
Pantas Sutardja, Sehat mendirikan Marvell Technology Group, perusahaan yang
terdaftar dan go public di indeks bursa Nasdaq New York Stock Exchange.
Namanya
tercantum dalam majalah Forbes dengan kekayaan bersih 1 miliar dolar AS atau
sekitar Rp. 10 triliun ( kurs Rp. 10 ribu per dolar AS . Ia masuk dalam
kategori Exclusive Billioners Club untuk pertama kalinya di tahun 2007.
Perjuangan Sehat bersama tiga orang teman menembus industri semikonduktor di AS
bisa menginspirasi ketika seseorang yang bukan siapa-siapa menjadi apa-apa.
Kini Marvell, perusahaan yang dibentuknya tahun 1995, berkibar sebagai
perusahaan yang paling dipercaya publik tahun 2005. Hanya dalam waktu 10 tahun!
Bukan cuma
itu, Marvell tercatat sebagai one of the best managed company in America dan
menjadi kampium di semi-conductor company top ten list. Semuanya bergengsi
karena yang memilihnya adalah majalah Forbes, majalah referensi utama ekonomi
dunia.
Kisah Sehat
dimulai saat ia kelas enam sekolah dasar di Jakarta sekitar tahun 1970-an. Ia
baru menyadari ketertarikannya pada bidang elektronik ( komputer belum populer
saat itu). Ia menyampaikan kepada orangtuanya bahwa ia bakal berkarir di bidang
elektronik. Orangtuannya heran. Maklumlah, tahun 1970-an, karier di bidang
elektronik berarti menjadi tukang reparasi radio, dan syukur-syukur TV yang
masih jarang waktu itu. Sang bapak dan Ibu ingin Sehat menjadi dokter.
8. Yow-Pin Lim
Yow-Pin Lim,
putra kelahiran Surabaya adalah contoh lain kisah sukses putra Indonesia di
luar negeri. Ia adalah pendiri / Chief Scientific Officer Pro Thera Biologics,
sebuah perusahaan di Rhode Island, AS. Pro Thera dibentuk sebagai keberlanjutan
teknologi yang telah dikembangkan di Rhode Island Hospital, dengan misi
mengembangkan dan memasarkan produk berbasiskan protein theranostic dan
therapeutic.
Riset yang
dihasilkan pria kelahiran Cirebon 49 tahun yang lalu ini berkontribusi pada
pemahaman terhadap molekul kompleks pada fisiologi manusia dan berbagai macam
penyakit, terutama sepsis, anthrax, dan kanker.
Lim kini
memiliki beberapa paten, antara lain Preparative Electrophoresis Device and
Methods for Detecting Cancer of the Central Nervous System. Hebatnya penemuan
Lim menjadi acuan utama rumah sakit-rumah sakit di AS saat ini.
9.Ken Soetanto
Ken Kawan
Soetanto mungkin menjadi orang Indonesia yang paling sukses berkiprah dari sisi
akademik di luar negeri. Bayangkan, ia sudah mematenkan 31 penemuannya, 29 di
Jepang, dua di AS, untuk bidang interdisipliner ilmu elektronika, kedokteran,
dan farmasi.
Soetanto
juga adalah peraih gelar profesor dan empat doktor sekaligus dari empat
universitas berbeda di Jepang. Sebegitu terkenalnya Soetanto di Jepang sampai-sampai
oleh mahasiswanya ia memiliki metode khusus mengajar yang diberi nama “Metode
Soetanto” atau “Efek Soetanto”.
Metode ini
menekankan pada menggali aspek yang menyentuh hati mahasiswa dan
mengumandangkan motivasi serta pemahaman tujuan yang ingin diraih. Pemerintah
Jepang sangat menghargai Soetanto yang sudah menjadi warga Jepang ini.
Satu
penemuannya bernama NEDO (The New Energy and Industrial Technology Development
Organization) memberinya penghormatan sebagai penelitian puncak di Jepang dalam
rentang 20 tahun, 1987-2007. “Itu riset smart medicine atau obat cerdas yang
mampu menelusuri sistem jaringan pembuluh darah untuk mencari sel-sel kanker
dan melumpuhkannya,” kata Soetanto. Mengapa ia hijrah ke Jepang? Soetanto
mengatakan, “Negara tanpa riset akan lemah. Riset harus dikembangkan melalui
pendidikan yang baik. Di Indonesia, Soetanto pernah merasa terbuang.
10. Andreas Raharso
Satu lagi
putra Indonesia yang membanggakan di luar negeri adalah Andreas Raharso. Pria
berusia 44 tahun itu saat ini menduduki pimpinan atau CEO pada sebuah lembaga
riset global Hay Group.
Hay Group
mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Amerika.
Klien dari Hay Group ini kebanyakan adalah para pemimpin dunia seperti AS,
Perancis, dan Inggris. Jabatan yang diraih Andreas cukup fenomenal, karena
merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak.
Selama ini
jabatan itu didominasi warga Amerika dan Eropa. Menilik prestasi dan kegigihan
orang-orang Indonesia ini memang tidak kalah bahkan setara dengan ilmuwan
dunia.
Kesadaran
bahwa kondisi pendidikan di Tanah Air masih belum kondusif membuat mereka harus
meninggalkan Indonesia untuk meraih sukses. Di Tanah Air, dunia pendidikan kita
saat ini malah masih mempersoalkan perlu tidaknya ujian nasional (UN).
11. Yanar
Nugroho - Dosen Terbaik Inggris
Tahun 2009
lalu, seorang putra Indonesia menyedot perhatian dunia akademik di Inggris .
Namanya Yanuar Nugroho, pengajar di Institut Kajian Inovasi ata Manchester Institution of Innovation Research dan Pusat Informatika Pembangunan Universitas Manchester.
Namanya Yanuar Nugroho, pengajar di Institut Kajian Inovasi ata Manchester Institution of Innovation Research dan Pusat Informatika Pembangunan Universitas Manchester.
Yanuar
meraih penghargaan sebagai dosen terbaik 2009 dan hebatnya ia adalah
satu-satunya orang Indonesia yang jadi dosen di Inggris. Menurut Yanuar,
Desember tahun lalu, kriteria utama penilaian penghargaan tersebut adalah
sumbangan akademik lewat penelitian, tulisan, seminar, kuliah dan konferensi.
Subscribe to:
Comments (Atom)